Membaca dan menulismerupakan hal yang sangat fundamental dalam proses belajar
dan pertumbuhan intelektual. Kualitas hidup seseorang dapat dilihat dari
bagaimana seseorang dapat memaksimalkan potensinya. Salah satu upaya untuk
dapat memaksimalkan potensi diri adalah dengan membaca dan menulis. Dengan membaca kita dapat menambah pengetahuan, menganalisa suatu
permasalahan hingga mengambil keputusan dengan tepat. Sedangkan menulis dapat mengasah kemampuan cara
berfikir kita untuk menganalisa suatu problematika. Sehingga
tidak diragukan lagi apabila melek huruf (literat) menjadi salah satu indikator
dalam indeks pembangunan manusia yang akan mengukur kualitas suatu bangsa.
Dengan melihat kondisi
budaya baca-tulis yang ada di Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Surakarta
begitu melemahnya. Dalam melihat fenomena tersebut kami dari beberapa mahasiswa
mempunyai inisiatif untuk membentuk sebuah komunitas yang bergerak dalam dunia literasi
( baca-tulis ). Dimana dari komunitas ini diharapkan dapat terciptanya suatu
budaya baca-tulis di kalangan mahasiswa sehingga terciptalah suatu budaya
intelektual. Yang dapat menumbuhkan semangat membaca, menulis dan diskusi di
kalangan mahasiswa.
Pada tanggal 14 september
2010 beberapa mahasiswa; Agus Yulianto 2009 Jurusan Tarbiyah, Luluk Nugroho
2009 Jurusan Bahasa dan Sastra, dan Sri Lestari 2007 Jurusan Tarbiyah ( sudah
lulus ) yang peduli dalam dunia literasi ( baca-tulis ) mendirikan sebuah komunitas
yang kami beri nama ISIS ( Ikatan Seribu Pena IAIN Surakarta ). Dengan adanya
komunitas ini harapan kami bisa membantu IAIN Surakarta untuk menumbuhkan
budaya baca-tulis di kalangan mahasiswa. Untuk mewujudkan budaya komunitas yang
adaptip kami pun merancang sebuah visi dan misi untuk mencapai tujuan bersama.
VISI
Terciptanya Budaya Baca-Tulis yang adaptif
MISI
Menumbuhkan
budaya baca-tulis di kalangan mahasiswa
Menciptakan
budaya diskusi untuk mewujudkan mahasiswa yang melek informasi
Menciptakan
lingkungan karya yang adaptif
Dalam mewujudkan Visi
dan Misi kami merancang sebuah program kegiatan. Dalam menjalankan program ini
kami pun mencoba untuk merangkul mahasiswa untuk menjadi anggota atau relawan
dari komunitas ISIS. Jumlah seluruh dari anggota mulai angkatan pertama sampai
angkatan ke tiga ( 2011 ) sekitar 70 relawan/anggota.
Dengan adanya komunitas
ISIS kami berharap budaya baca-tulis di lingkungan akademika IAIN Surakarta
dapat tercipta dengan baik. Dengan slogan Satu Buku, Sejuta Ilmu. IAIN
Surakarta dapat menghasilkan lulusan yang melek informasi dan berwawasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar